Ceritaku13 Oktober 2026

Ketika Antusiasme Murid Ikut Membuat Saya Semangat Mengajar

Pengalaman mengajar Informatika di kelas X-9 SMAN 1 Bandung selama PPL membuat saya menyadari bahwa antusiasme murid turut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan cara mengajar yang lebih baik.

2 views· 0 tanggapan
Ketika Antusiasme Murid Ikut Membuat Saya Semangat Mengajar

Ada hal-hal yang baru benar-benar saya pahami setelah merasakan sendiri bagaimana rasanya berdiri di depan kelas. Salah satunya adalah bahwa semangat mengajar ternyata bisa tumbuh dari hal-hal sederhana yang terjadi selama pembelajaran.

Selama menjalani PPL di SMA Negeri 1 Bandung, khususnya bersama murid kelas X-9, saya belajar bahwa menyiapkan materi dan menyampaikannya di depan kelas hanyalah sebagian dari proses mengajar. Saya juga perlu memikirkan bagaimana membuat materi terasa dekat dengan kehidupan murid dan bagaimana membantu mereka memahami sesuatu yang mungkin awalnya terasa membingungkan.

Dalam pembelajaran Informatika, misalnya, ada materi yang perlu dijelaskan melalui contoh konkret agar lebih mudah dipahami. Ketika membahas fungsi IF di Excel, saya belajar bahwa penjelasan saja tidak selalu cukup. Murid membutuhkan contoh dan kesempatan untuk mencoba agar bisa memahami bagaimana suatu fungsi bekerja.

Pengalaman seperti ini membuat saya semakin memperhatikan respons murid selama pembelajaran. Saya mulai menyadari bahwa setiap kelas memiliki dinamika yang berbeda dan setiap murid dapat membutuhkan cara pendampingan yang berbeda pula. Karena itu, saya tidak bisa hanya berpatokan pada materi yang sudah selesai disampaikan. Saya juga perlu melihat apakah murid benar-benar memahami apa yang sedang dipelajari.

Bagi saya, salah satu bagian yang menyenangkan dari mengajar adalah ketika murid mulai terlibat dalam proses belajar. Ketika mereka mau mencoba, mengikuti kegiatan, atau berusaha memahami materi, ada semangat tersendiri yang saya rasakan. Hal tersebut membuat proses mengajar terasa lebih bermakna daripada sekadar menyelesaikan materi sesuai rencana.

Tentu saja, saya masih belajar. Ada hal-hal yang perlu diperbaiki, cara menjelaskan yang perlu disesuaikan, dan pengalaman yang membantu saya melihat pembelajaran dari sudut pandang berbeda. Justru melalui pengalaman bersama kelas X-9, saya semakin memahami bahwa menjadi guru bukan berarti harus selalu memiliki jawaban untuk semuanya. Menjadi guru juga berarti bersedia mengevaluasi diri dan terus mencari cara agar murid dapat belajar dengan lebih baik.

PPL memberi saya kesempatan untuk merasakan langsung bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung pada murid. Di saat mereka belajar Informatika, saya pun belajar memahami kelas, merancang pembelajaran, dan mengenali hal-hal yang perlu saya kembangkan sebagai calon guru.

Saya ingin terus mengingat bahwa di balik setiap materi yang saya siapkan, ada murid dengan cara belajar dan kebutuhan yang berbeda. Dan ketika mereka menunjukkan antusiasme dalam belajar, hal itu menjadi salah satu alasan bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan menikmati perjalanan menjadi seorang guru.

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.